Begini Rasanya Jadi Penjudi Bola Profesional

Dirk Paulsen yang terlihat seperti seorang pria riang normal yang berumur sekitar 60 an. Tapi yang membedakan dirinya dari pria-pria lain yang sebayanya adalah dimana ia mencari nafkah dengan cara berjudi. Dirk sendiri merupakan gabungan dari sebuah kepribadian dari seorang penjudi. Dirk Paulsen adalah seorang yang jenius dalam hal matematika sekaligus dirinya adalah seorang penggemar fanatik dari sebuah sepakbola.

Bukannya hanya menjadi sebuah korban dari kecanduan dunia judi. Sama halnya juga seperti jutaan manusia yang lainnya yang rela menghambur-hamburkan uang untuk sekedar melakukan sebuah taruhan lalu kemudian akan menyesal dengan minum berbotol-botol minuman. Namun, yang berbeda dari Dirk, dimana dirinya justru bisa menopang kehidupan keluarganya dari hobinya berjudi. Kisah hidupnya terdengar gila, tapi seperti obrolannya saat di wawancarai oleh media VICE, semua orang kemudian mulai mengerti kenapa dirinya memilih untuk menjadi seorang penjudi dan mencari nafkah lewat cara berjudi. Berikut ini adalah ringkasan dari obrolan Dirk yang sudah kami ringkas untuk anda. Dimana dirinya menyebutkan bahwa sekarang ini ia tinggal bersama dengan keluarganya yang berada di sebuah apartemen besar. Dan dirinya mencari nafkah lewat cara berjudi, yang ia takutkan adalah jika sampai kalah maka anaknya tidak dapat makan, cicilan apartemen nya pun akan menunggak.

Begini Rasanya Jadi Penjudi Bola Profesional

Tentunya jika sudah seperti ini pastinya akan menjadi sebuah tekanan untuknya, tapi selama bermain judi dirinya selalu mendapat kemenangan, walaupun dirinya mengungkapkan jika tekanannya sangat tinggi. Terutama karena selalu ada beberapa godaan untuk bertaruh melawan sebuah statistik dan mengikuti sebuah insting pribadi. Masalahnya ia yang bisa kehilangan banyak uang jika tidak berpikir secara rasional. Sekarang, dirinya sudah mempunyai cukup pengalaman untuk selalu bertaruh dengan menggunakan kepala jernih saat bermain judi.

Pengalaman Kalah pasang taruhan Terbesar

Hingga pada tahun 2008, dimana ia yang mengaku selalu bertaruh sendiri, jika sekarang Paulsen sudah memiliki sebuah partner bisnis. Pada saat itu dimana pendapatan mingguannya saat itu lebih dari Rp 158 juta. Tapi pernah juga ia yang berhasil kehilangan Rp 474 juta saat bermain. Sesekali pasti ada sebuah periode dimana ia sedang tidak beruntung dalam bermain. Tapi dalam hal tersebut yang terpenting adalah dirinya harus selalu bisa bangkit kembali.

Disisi lain, ia yang juga harus bisa mempertahankan periode yang baik selama mungkin tanpa sebuah kegagalan. Seperti yang kita tahu bahwa berjudi dalam sepakbola adalah perkara bola yang masuk ke gawang atau menjadi sebuah hal yang masuk ke dalam hoki atau keberuntungan. Dalam hal ini dimana ia melakukan perhitungan sebuah perhitungan dengan cara mengembangkan sebuah program menggunakan sebuah rumus matematika yang ia pelajari.

Perjudian yang ia selalu mainkan, ia jelaskan tidak ada hubungannya sama sekali dengan sebuah keberuntungan. Dimana dirinya sudah tidak pernah menggunakan insting semata. Semuanya terjadi dan dilakukan berdasarkan sebuah perhitungan. Diketahui juga bahwa dahulu dirinya berkuliah di jurusan matematika. Tetapi sejak dulu memang dirinya sudah mulai sering main-main di dalam dunia perjudian. Kemudian mengembangkan program perhitungan judi pada saat dirinya kuliah dan kemudian mulai masuk ke dalam dunia perjudian. Salah satu yang ia coba dulu pada saat itu adalah backgammon, dengan blackjack. Barulah kemudian ia yang mulai berjudi dalam sepakbola.

Berjudi Saat Masih Muda

Pada saat itu Dirk Paulsen yang mulai untuk berjudi pada usia 24 tahun. Pertamanya pada saat itu ada seorang teman menunjukkan sebuah slip judi dari SSP Overseas Betting. Pada saat itu dimana harus ikut berjudi secara lisan. Awalnya Dirk Paulsen tidak mengerti apa-apa tentang permainan tersebut, tapi kemudian ia yang memutuskan untuk ikut. Dirk Paulsen yang juga ingat pada saat itu cukup marah karena ia kalah 10 angka. Setelah itu kemudian ia yang mulai berpikir dan melakukan sebuah perhitungan.

Mulai menang Dalam perhitungan Judi

Tepat ajang Piala Eropa tahun 1988 silam, disini Dirk Paulsen melakukan taruhan secara profesional dan berhasil di dalam memenangkan 4.000 angka. Kemudian ketika Piala Dunia pada tahun 1990 dimulai, program yang ia sudah tulis sudah selesai. Dan di saat itu juga, Dirk Paulsen mengaku bahwa dirinya ini sudah sukse luar biasa. Piala Dunia sudah usai,lantas saja disini Dir Paulsen sempat meninggalkan pekerjaannya tersebut sebagai seorang programmer demi menjadi seorang penjudi profesional ) , dan menjadi seorang penjudi full-time.

Terdengar gila, namun apa boleh buat jika ini sudah menjadi keputusan bulat dari Dirk Paulsen. Karena sudah memiliki percaya diri yang kuat, akhirnya Dirk Paulsen yang kala itu berumur 26 tahun memutuskan untuk mengikuti kejuaraan dunia Backgammon di Monte Carlo dan berhasil untuk memenangkan hadiah utama senilai Rp. 263.000.000.

Dirk Paulsen yang mengaku bahwa dirinya tidak hanya bermodalkan nekat saja seperti pemain yang terhimpit biaya ekonomi, disini Dirk Paulsen benar-benar yakin saat itu akan menjemput kesuksesan yang ada ) . Pada saat itu ia menjadi seorang anak muda yang memiliki Rp 263 juta, di tengah kota Monte Carlo. Dan pada saat itu dirinya juga mulai besar kepala. Dan ia juga melakukan beberapa hal bodoh dengan uang hasil kemenangannya tersebut untuk dapat menghibur diri sendiri. Pada saat itu kota Monte Carlo juga merupakan sebuah kota yang cocok untuk digunakan saat bersenang-senang. Setelah kemenangan tersebut, kemudian ia yang berfikir untuk bepergian selama enam minggu dan kemudian juga terus berjudi.

Berjudi Tidak Selalu Menguntungkan

Dirk Paulsen yang juga mengaku bahwa ia meninggalkan Monte Carlo. Saya sadar juga waktu itu bahwa ia sedang beruntung pada saat itu, dan kemudian cepat lambat hal tersebut nantinya juga akan berakhir. Dirk Paulsen yang datang ke Monte Carlo dengan uang 5.000, dan kemudian setelah enam minggu berpesta dan juga bersenang-senang, ia yang pergi ke St. Tropez, Nice and Paris. Untungnya pada saat itu ia yang bisa kembali ke Berlin tanpa kehilangan uang terlalu banyak.

Yang Membedakan Dari Penjudi Lainnya

Dirk Paulsen yang mengaku tidak memiliki sebuah tim atau angka favorit. iya yang juga selalu menggunakan sains dan juga matematika. Kemudian menciptakan sebuah statistik, dengan sesuatu hal yang menarik perhatian tim, pelatih, manajer, dan reporter olahraga.

Dirk Paulsen yang mengaku memiliki angka yang lebih tepat dan model performance yang cukup berbeda. Dirk Paulsen yang juga menciptakan sebuah rasio keberuntungan agar dapat menghitung peluang kemenangan.

Caranya Mengukur Tingkat Keberuntungan Tim Sepakbola

Dirk Paulsen yang menjelaskan ia menggunakan sebuah contoh. Misalnya saja seperti Werder Bremen sedang menyerang dan telah memiliki sebuah peluang untuk menembak dari jauh, mungkin sekitar 20 meter yang ada dari gawang lawan. Kemudian mereka akan mengambil peluang tersebut, mereka akan menembak tapi peluang itu jadi sebuah gol kecil sekali.

Seorang pemain dari Bayern justru akan mencari seorang teman yang berada di posisi lebih baik untuk dapat mengoper bola sebelum menembak. Ditambah lagi fakta bahwa tim dengan seorang penyerangan yang lebih baik cenderung menggunakan sebuah peluang dengan cara yang lebih baik juga. Jadi biarpun Lewandowski memiliki sebuah peluang untuk dapat mencetak gol.

Demikian itulah kisah dari Dirk Paulsen yang merupakan penjudi bola profesional, yang namanya sudah tidak asing lagi dalam dunia perjudian khususnya dalam judi bola. Semoga dengan informasi ini juga dapat menambah pengetahuan anda tentang judi bola. Terimakasih.